TITIAN HATI


…HATI OH HATI…
April 3, 2010, 1:58 am
Filed under: Goresan Perjalanan

 

Wahai Rahasia Hati,

Engkau telah ajarkan aku untuk menerima,

Engkau telah ajarkan aku untuk menyayangi,

Engkau telah ajarkan aku untuk mengasihi,

Engkau telah ajarkan aku untuk berbagi,

Engkau ajarkan aku untuk mencintai,

Namun apa yang terjadi,

saat ini

 

Di saat ku telah mengerti cinta ini

Di saat ku telah memberikan kasih sayang ini

Di saat ku telah memberikan apa yang aku miliki

Di saat kita telah siapkan apa yang menjadi harapan hati kita ini

Di saat ku telah siap menerima semua kekurangan dan kelebihanmu

Di saat semua sudah ku persiapkan untuk bersamamu

Di saat semua sudah ku ikrarkan untukmu

Engkau begitu teganya mencampakkan aku

Engkau begitu teganya meninggalkan aku

Engkau tanya siapa diriku?

Lalu, siapa aku?

 

Terjepitnya hati, akan keadaan ini…

…,

 

 

 

 



Ikhtiar, Doa dan Tawakal (Puncak tertinggi Penghambaan kepada Ridho Allah)
Maret 9, 2010, 4:08 pm
Filed under: Goresan Perjalanan


Ikhtiar (Usaha), Doa dan “Tawakal” puncak tertinggi keikhlasan kpd Allah SWT bersama ayat ini menghibur hati: “Mengapa Kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang dilakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri “. (QS. Ibrahim[14]:12)


 



Titian Hati
Januari 23, 2009, 9:49 am
Filed under: Goresan Perjalanan

Titian adalah jalan atau sejenis jembatan penyeberangan yang terbuat dari sebatang bambu atau kayu yang melintang, melintasi sungai atau lembah kecil di pedesaan. Orang yang tidak terbiasa melintasinya akan mengalami kesukaran dan mencari-cari pegangan agar bisa sampai di ujung penyeberangan. Memerlukan latihan, kebiasaan berulang-ulang, dan sedikit keberanian untuk dapat melintasinya dengan mudah dan terampil walau harus membawa beban yang memberatinya.

Hati atau Qalbu senantiasa bolak-balik, tiada tetap, kadang ia bersih, kuat iman, bercahaya, lemah lembut, tetapi suatu saat menjadi kotor, lemah iman, gelap gulita, buta, keras membatu terhadap kebenaran. Di antara penyebab hati yang kotor adalah tiada beriman kepada Alquran dan banyak berbuat kesesatan. Allah SWT berfirman, ” Dan (begitu pula) Kami  memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Alquran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.” (QS 6:10)

Sekarang ini kita sedang berjalan di atasnya dengan hati-hati, badan bergetar berikhtiar, mencari keseimbangan, sementara hati terus berdzikir mengingat kebesaran-Nya, berdoa memohon pertolongan innayah-Nya. Insya Allah kita akan selamat sampai di ujung titian, jangan dengarkan sorakan dan teriakan iblis, mereka mengajak kita agar jatuh terhempas bersamanya, jangan dibalas lambaian tangannya agar kita tidak terpeleset ke lembah kehinaan yang dalam dan gelap. Tetapi istiqamah, teguh dan konsisten mematuhi tanda-tanda ayat larangan dan  petunjuk jalan kebenaran menuju pada awal kehidupan baru yang menyelamatkan.

“Allah SWT telah menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Kitab Alquran yang serupa (derajat ayat-ayatnya) dan berulang-ulang, gemetar karena kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit-kulit mereka dan hati mereka kepada mengingat Allah.  Dia memberi petunjuk dengannya (Alquran) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tak ada baginga seorang pemimpin.”

(QS Azzummar ayat 23)




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.