Filed under: Goresan Perjalanan
Wahai Rahasia Hati,
Engkau telah ajarkan aku untuk menerima,
Engkau telah ajarkan aku untuk menyayangi,
Engkau telah ajarkan aku untuk mengasihi,
Engkau telah ajarkan aku untuk berbagi,
Engkau ajarkan aku untuk mencintai,
Namun apa yang terjadi,
saat ini
Di saat ku telah mengerti cinta ini
Di saat ku telah memberikan kasih sayang ini
Di saat ku telah memberikan apa yang aku miliki
Di saat kita telah siapkan apa yang menjadi harapan hati kita ini
Di saat ku telah siap menerima semua kekurangan dan kelebihanmu
Di saat semua sudah ku persiapkan untuk bersamamu
Di saat semua sudah ku ikrarkan untukmu
Engkau begitu teganya mencampakkan aku
Engkau begitu teganya meninggalkan aku
Engkau tanya siapa diriku?
Lalu, siapa aku?
Terjepitnya hati, akan keadaan ini…
…,
Filed under: Goresan Perjalanan

Ikhtiar (Usaha), Doa dan “Tawakal” puncak tertinggi keikhlasan kpd Allah SWT bersama ayat ini menghibur hati: “Mengapa Kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang dilakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri “. (QS. Ibrahim[14]:12)
Filed under: Catatan Perjalanan
Ya Allah Tuhanku, bantulah aku dan janganlah Engkau membantu untuk menyulitakn aku tolonglah aku dan janganlah Engkau menolong untuk menyengsarakan aku, berilah aku siasat dan janganlah Engkau beri siasat untuk mengalahkan aku, mudahkanlah petunjuk bagiku, dan tolonglah aku terhadap orang yang menganiaya diriku. Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang bersyukur pada-Mu, ingat pada- Mu, takut pada-Mu, taat pada-Mu, memenuhi perintah-Mu, dan kembali kepada-Mu, Ya Tuhanku, terimalah taubatku, cucilah dosaku, perkenankanlah doaku, tetapkanlah hujjahku, tujukilah hatiku, luruskanlah ucapanku, dan lenyapkanlah kedengkian hatiku.”
Ya Allah Ya Rabb hanya pada-Mu aku menyembah
dan hanya pada-Mu ku mohon pertolongan, Tiada daya dan upaya hanya
dari-Mu Ya Allah “La khaula Wa La quwata Ilaa billah…. Aq hanya makluk dan hamba-Mu yang hanya diberikan ikhtiar dan diperintahkan berdoa…. Yaa Allah Yang Maha Agung, semua kuserahkan kepada-Mu Sang Penggenggam seluruh Jagad Raya … beserta isinya, malu hati ini dihadapan-Mu, kecilnya diriku di hadapan-Mu, selalu meminta membersihkan penyakit dosaku, tapi aq hanya hamba-Mu yang kadang rapuh akan hati ini, Yaa Allah kuberharap Engkau berkenan atas doaku untuk menjadikan hati ini bersih dan tenang untuk tetap dihadapan-Mu , dalam pengawasan-Mu…
Amin Ya Rabbal’alamin
Filed under: Catatan Perjalanan

Saatku melangkah dalam kehidupanku
di telingaku terdengar selalu
Indah dan sejuknya tetasan hati penuh cinta
Gemericik bagai air pegunungan
Indah bagai samudra biru
Percikan-percikan penuh cinta
bersama engkau bawa
sinarnya Sang Maha Kasih Allah SWT
engkau ajak hatiku meraih kebesaran-Nya
ajaklah aq selalu agar tetap dalam titian yang menuju kepada Tuhanku
Filed under: Goresan Perjalanan
Titian adalah jalan atau sejenis jembatan penyeberangan yang terbuat dari sebatang bambu atau kayu yang melintang, melintasi sungai atau lembah kecil di pedesaan. Orang yang tidak terbiasa melintasinya akan mengalami kesukaran dan mencari-cari pegangan agar bisa sampai di ujung penyeberangan. Memerlukan latihan, kebiasaan berulang-ulang, dan sedikit keberanian untuk dapat melintasinya dengan mudah dan terampil walau harus membawa beban yang memberatinya.
Hati atau Qalbu senantiasa bolak-balik, tiada tetap, kadang ia bersih, kuat iman, bercahaya, lemah lembut, tetapi suatu saat menjadi kotor, lemah iman, gelap gulita, buta, keras membatu terhadap kebenaran. Di antara penyebab hati yang kotor adalah tiada beriman kepada Alquran dan banyak berbuat kesesatan. Allah SWT berfirman, ” Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Alquran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.” (QS 6:10)
Sekarang ini kita sedang berjalan di atasnya dengan hati-hati, badan bergetar berikhtiar, mencari keseimbangan, sementara hati terus berdzikir mengingat kebesaran-Nya, berdoa memohon pertolongan innayah-Nya. Insya Allah kita akan selamat sampai di ujung titian, jangan dengarkan sorakan dan teriakan iblis, mereka mengajak kita agar jatuh terhempas bersamanya, jangan dibalas lambaian tangannya agar kita tidak terpeleset ke lembah kehinaan yang dalam dan gelap. Tetapi istiqamah, teguh dan konsisten mematuhi tanda-tanda ayat larangan dan petunjuk jalan kebenaran menuju pada awal kehidupan baru yang menyelamatkan.
“Allah SWT telah menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Kitab Alquran yang serupa (derajat ayat-ayatnya) dan berulang-ulang, gemetar karena kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit-kulit mereka dan hati mereka kepada mengingat Allah. Dia memberi petunjuk dengannya (Alquran) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tak ada baginga seorang pemimpin.”
(QS Azzummar ayat 23)
